Di era yang serba canggih seperti sekarang ini hampir semua hal dapat dilakukan dan diselesaikan secara online. Salah satu contohnya adalah saat seseorang hendak melamar pekerjaan, dahulu orang tersebut harus mendatangi Setiap perusahaan atau instansi untuk memberikan surat lamaran pekerjaannya, beberapa masa yang lalu melamar pekerjaan mengalami sedikit kemajuan yaitu menggunakan POS atau jasa kirim surat lainnya untuk mengirimkan surat lamaran pekerjaan mereka, namun melamar pekerjaan menggunakan jasa kirim surat dinilai tidak efektif karena surat baru akan tiba setidaknya 3 hari setelah dikirimkan. Nah baru beberapa tahun belakangan seiring dengan semakin berkembangnya teknologi melamar pekerjaan menjadi lebih mudah, cepat, praktis, dan efisien; karena hampir seluruh perusahaan mempersilahkan para job seekernya untuk melamar via email.

Agar surat lamaran yang kita kirimkan via email dapat diterima oleh perusahaan yang kita incar ada beberapa hal yang seharusnya sudah menjadi common sense namun seringkali luput oleh perhatian kita terutama ketika bermain di http://bengkelbola.org yang menyebabkan email yang kita kirim untuk melamar pekerjaan kemudian ditolak sebelum mereka membuka lampiran data yang dibutuhkan oleh perusahaan dari kita. Hal pertama adalah mengenai cara berkirim email Tata kramanya. Banyak para job seeker yang menguasai subjek dari email yang mereka kirim. Padahal hal ini sangat penting karena perusahaan akan menyeleksi email yang masuk berdasarkan subjek dari email tersebut. Untuk itu apabila anda hendak menulis email dengan maksud untuk melamar pekerjaan penting untuk anda menulis subjek email sesuai dengan tujuan anda.

Kemudian etika mengirim email yang sering luput oleh job seeker selanjutnya adalah sengaja atau lupa mengisi body email. Seringkali para job seeker hanya mengirim email berisi lampiran berbagai data namun kita meninggalkan satu katapun pada bagian body email ini. Hal ini tentunya akan membuat email yang Saudara kirim tidak akan dibaca oleh para HRD perusahaan karena hal tersebut dinilai tidak memiliki sopan santun. 2 hal yang seharusnya sudah menjadi pengetahuan umum ini nyatanya masih sering luput Perhatian para job seeker.